Minggu Baru..

Happy Sunday all..

minggu hari ini diawali dengan pinggang yang sakit dan hujan yg cukup deras..

yah,,gak g gereja jadinya..sad

yah,,gak apa2 lah..aku tetap bersyukur Tuhan masih membimbing dan memberkatiku hingga saat ini

aku juga coba mengganti wallpaper menjadi ini::

ujian semakin dekat,,ayo bersemangat..

mohon support-nya dalam doa teman2..

GBUs

Kunjungan ke 小学校

Yah,,itu adalah kanji buat SD (primary school)..

kemarin tepatnya kami berkunjung ke sana,,Shiraitodai Primary School Fuchuu

Read the rest of this entry »

hiking? ke Fuji san..

sehabis ujian kemarin kami langsung libur pada hari jumat’nya dan pergi hiking ke Fuji-san (gunung fuji,, kalo orang d luar jepang mungkin lbh sering bilang fujiyama)

nah,,kenapa aku buat tanda “?” pada judul..

karena kemarin itu kami naik bus,, lalu naik hingga tingkat 5 gunung fuji..(msh cukup di bawah mungkin). lalu hanya berjalan2 di sekitar situ saja..blm ada tantangan pendakian yg sebenernya..

dimana hiking’nya..

[tp gpp jg sih,, apalagi bisa lumayan menghemat tenaga sehabis ujian kemarin,, ujianku lumayan parah..]

nah,,tiba di fujisan ternyata ada beberapa bagian di tanah yg tertutup salju..(walo cuman sedikit)

no snow preview..that’s what Yudha-san said..

katanya nanti kita curi start pas winter (冬)

ah,,mau nulis tentang apanya ya??

yg menarik itu alamnya,, pohon2nya pada aneh,, aku pun tak tau namanya..

abis itu,, kami turun sebentar dari tingkat 5 gunung, dan masuk ke tempat penyimpanan es dahulu kala (skarang jg masih ada es’nya)..parah,,tempatnya berupa sebuah gua yg ekstrem skali..cukup licin dan dingin (0°C)

[Indonesia...]

[parah,, Dipta ini paling sulit mendakinya,, untung aja bukan hiking sebenernya..]

***********

Mainan baru..

yup,,dua minggu yg lalu..

anak2 indo pada belanja ke Akihabara.. salah satu tempat penjualan elektronik paling besar di Jepang..

sehabis mengikuti acara orang2 jepang yg belajar bahasa Jepang,, semacam forum kecil dan di sana dibahasa tentang Pramoedya Ananta Toer

[cukup sukses membosankan diriku,, tapi lumayan lah,,bisa makan gratis spuasnya..]

nah,, inilah mainan baruku..

[sangkin malesnya foto punya sendiri,, nyolong dari website toko kamera..]

yah,,mudah2an bisa berguna dalam menjadi photographer semiprofessional..

[dua orang terbanyak abisin uang saat belanja itu.. satu beli kamera semiprofessional,, satu lagi beli Mac..(bussyet..) Kiri: Haryo]

Berada di masa krisis…

Slamat pagi smua…! (皆さん、おはようございます。。)

sesuai judulnya..

yah,,itulah yg mungkin aku rasakan,,berada di masa persiapan masuk univ yg lmyn sulit..

ini aku,,ciptaan Tuhan yg tidak rajin dan sulit dalam penghapalan (暗記). Berhadapan dengan banyaknya bahasa baru,, dan 2000-an huruf yg baru yg harus masuk ke otak…

krisis,,sangat krisis kurasa..

aku hanya bisa meminta agar Tuhan menguatkanku..

teman2,, mohon support’nya dalam doa jg..

One morning through my Room..

One morning, I took a sky’s photograph through my Room..

The sun was blocked by dark clouds. But, it never stop shining,, its light can still get into earth through some small spaces..

God can be also represented like this,, we may block God come into our heart..but,, God never stops giving grace to us,, and trying to make us get back into the right way..

Have a nice WeekEnd everybody..!

GBUs

Odaiba..!

Nah,, ini udah lama sekali kurasa..

aku,,teman2 Indonesia,, dan senpai Indonesia pergi jalan2 mengisi hari libur terakhir di Golden Week. Nah,,Odaiba itu adalah tempat wisata yg cukup terkenal di Jepang, dekat dengan sebuah bandara bernama Haneda (bekas bandara internasional Jepang dulu, yg sekarang menjadi Narita). Jadi pas kali,, abis mendarat bs langsung jalan2. Nah,,Odaiba ini katanya berupa daratan buatan Jepang. Dekat laut, namun sedikit gersang dengan tanaman yg sedikit dan angin laut yg sangat kencang berhembus.

tempat pertama yg kami kunjungi adalah,, restoran..gara2 kemarin itu kami berangkatnya agak siang, tp blm makan..padahal Fuchuu ke Odaiba itu sekitar 1setengah jam perjalanan. Nah,, tetap aja makan di tempat paling favorite (karena plg murah dan enak), Saizeriya. Gak nyangka ada jg cabangnya di sini..

abis itu,, kami menuju Miraikan, sebuah tempat pameran segala teknologi yg diketahui Jepang..(wah,,hiperbolis sekali aku..)

nah,, di dalam itu ada banyak pionir2 teknologi yg blm dipasarkan ke masyarakat. Mulai dari robot2, aku salutnya sama robot yg punya sensor cahaya yg sangat keren, jadi dia mengikuti pergerakan cahaya dari sebuah lampu senter yg ada. di samping itu,, ada lagi yg lampu hanya sebatang kecil, namun dengan urutan warna cahaya yg sangat bagus membentuk sebuah objek, jadi..misalnya saat melihat lampu tersebut kita sedikit menggeser pandangan ke kiri atau ke kanan, maka akan tampak sebuah objek yg tersembunyi..

[ini tampak saat aku menggeser kameraku sedikit,, gilak..urutan warna dan intensitas cahayanya bener2 membuat objek baru, dari sebatang kecil lampu..]

lalu ada lagi sebuah layar yg kalau dilihat dengan mata langsung hanyalah sebuah kain putih, namun setelah dipakai sebuah teropong, ternyata tampak sebuah animasi ringan hitam putih. Sungguh keren,, jadi kita bs membuat suatu privasi yg cukup bagus. Intinya hanya dengan filtering beberapa sinar/cahaya melalui teropong tadi. Nah,, abis itu.. aku melihat jg teknologi superkonduktor dan elektromagnet. Nah,, bahkan di sana dilangsungkan percobaan langsung, dengan menambahkan cairan nitrogen pada logam tertentu hingga membuat nya menjadi melayang di atas sebuah track melingkar, ini akibat garis magnet yg semakin leluasa akibat penambahan cairan nitrogen tersebut (sorry aku krg ngerti jg, abisnya penjelasannya dlm 日本語). akhirnya logam tersebut bs melalui track untuk beberapa detik (mgkn 1 menit). Hal ini tentunya sangat bagus buat teknologi transportasi, agar kecepatan bs semakin sempurna dengan mengurangi gesekan akibat sentuhan. sorry gak sempat bikin screenshot yg praktik singkat magnet tadi.

[ini magnet buatan yg masih menggunakan listrik, yg tadi kuceritakan dengan proses kimia (penambahan nitrogen cair). Nah,, cukup bagus jg melayangnya]

abis itu kami naik ke atas, tempat proyek luar angkasa (antariksa), biologi, ilmu lingkungan hidup, dan masih banyak lagi..di situ jg ada semacam pesawat luar angkasa, dan digambarkan segala kehidupan awaknya di dalam..wah,, smuanya serba instan..aku msh bingung dengan mandinya..tanpa gravitasi gimana ya??

[bola dunia,, di dekat tangga melingkar, di tangga tersebut terdapat papan berisi tandatangan asli para antariksawan yg pernah datang ke Jepang]

…….

selanjutnya kami istirahat di rumput di luar gedung,

[lha,,kok cuma 2 orang yg liat kamera..]

slanjutnya perjalanan berlanjut ke pantai, dimana ada patung Liberty jg di sini ternyata..

[anginnya kencang abis..]

pantainya indah jg..dan akhirnya kami naik kapal pulang pergi untuk menikmati indahnya laut itu.

[nice background..]

[ribut kali kami di kapal,sampai2 diliatin..cuek aja lagi..]

Nah,,sehabis dari melihat laut, perjalanan dilanjutkan dengan naik ke bianglala yg cukup besar..

bayangkan aja sebuah lapangan bola yg dibalik 90 derajat, sehingga panjangnya menjadi tinggi sekarang..

wow,,keren..apalagi lampunya berganti-ganti warna terus..

huff,, perjalanan panjang yg menyenangkan..

best shots dgn kameraku jatuh pada 2 foto ini::

[A sunset in Odaiba..]

[Liberty Statue at night..]

thanks..

Anti luar Negeri?

nah,, beberapa temanku cukup memprotesku gara2 aku sedikit mempromosiin Indosat. Karena sms dan telpon ke Jepang sangat murah (kurang dari 1000 per’menit, menggunakan jalur VoIP), aku berinisiatif mempromosiin hal itu, walo di samping itu abang jg kerja di sana..

Nah,, ini kutipan dari mereka::

Martin, indosat itu milik luar negeri 50% sahamnya..jadi berarti kau menambah kaya orang luar negeri kalo kau menyuruh kami pakai indosat.

Nah,,aku berpikir sejenak.. Saham luar negeri..?walaupun aku gak tau sekali masalah ekonomi..cuman yg aku tau bahwa dengan punya saham itu kita berarti mempunyai investasi. Nah, investasi itu justru untuk kemajuan bersama bukan!?

aku balik lagi berpikir..bukankah dari semua operator selular di Indonesia tercinta, Indosat itu punya karyawan yg paling besar jumlahnya. Apakah mereka yg mendapat gaji di sana jg bisa dikatakan memperkaya luar negeri,, eh..emang yg kerja orang luar negeri ya??

aku jg sedikit berpikir..mengapa Indonesia ini cukup anti sama luar negeri..

bukankah luar negeri (dalam hal ini negara di luar indonesia) punya banyak kontribusi bagi negara kita?tiap tahun ke tahun ada banyak sekali anak2 Indonesia yg studi di luar negeri, dan luar negeri lah yg memberi pendidikan itu bs gratis. Bukankah pada saat kita jatuh gara2 krisis, malah banyak negara2 yg membantu bahkan dulu negara2 lain pada mengurangi utang luar negeri Indonesia.

kita emang masih jauh dari banyak negara di luar kita, tapi kita jg tdk blh anti kepada mereka, karena banyak yg memberi kontribusi bagi kita. Liatlah anak2 Indonesia yg di luar negeri yg jg memberi sumbangan bagi Indonesia, misalnya:

  • Forum Kaskus —> Forum terbesar di Indonesia, sumbangsih dari seorang indonesia yg kuliah di Seattle, Amerika Serikat.. untuk jelasnya baca ini
  • chem-is-try.org—>sumbangsih dari anak2 Indonesia yg belajar di Jepang, bahkan sekarang kami satu gereja di sini..merupakan situs kimia indonesia yg paling besar.
  • ilmukomputer.com—>ini jg sumbangsih anak Indonesia yg kuliah d Jepang

dan,,pastinya masih banyak lagi..

jadi,,kita tak perlu memusuhi luar negeri, marilah belajar dari kemajuan yg mereka capai.

thanks

[Kutipan] Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University: “Stay Hungry. Stay Foolish”

Steve Jobs adalah salah satu tokoh penting di Dunia Teknologi Informasi seangkatan dan sekelas dengan Bill Gates, mantan CEO Microsoft yang akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 9 Mei 2008.

Terjemahan Pidato Steve Jobs ini diperoleh dari Sdri. Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggi di Australia. Silahkan disimak dan direnungkan.

——————-0———————

Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik
Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.

Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran bayi perempuan karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab:
“Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangka n. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:

Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.

Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan tidak mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu
mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

Cerita Ketiga Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.

Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.
Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.

Absen Sebulan nge-blog?

iya nih hampir sebulan gak nge-blog.. :cry:

aku cuman lagi kewalahan saja membagi waktu-ku..

yah,,namanya jg msh berjuang menguasai bahasa yg cukup sulit..

mohon doa dari teman2 semua..

oh,,kalo bicara absen,, dulu pas SMA jg aku sering begitu..

dulu pas kelas 2 aku pernah 1 minggu gak masuk gara2 harus ke jakarta, buat suatu pelatihan  (sebenernya gara2 dipaksa Pak A**N) di Jakarta. Tapi,, gak sia2 jg lah..bisa ketemu “artis”  fisika..Bapak Yohanes Surya (TOP abis..)

selain itu, aku sering sekali gak masuk gara2 ada “undangan” buat SMANSa Medan (yg katanya nge’top itu di Medan, sering dijuliki N-1 jg) karena ada beberapa sekolah yg buat “pertandingan” buat otak kita. Nah,, jujur ntah berapa kali aku gak masuk gara2 ini, mungkin karena berniat mengumpulkan uang dari kesempatan itu. Kalo dihitung-hitung ternyata hasilnya gak mengecewakan. Apalagi pas aku absen seminggu lagi gara2 harus ke Semarang buat ikut kompetisi (aku soalnya anti sama kata yg sebenarnya.. :mrgreen: ) yang akhirnya aku pulang dengan tangan hampa, akibat pelitnya ilmu dari guru2ku dulu, sehingga aku hanya punya persiapan belajar sendiri tanpa ada pelatihan khusus. [mungkin beberapa teman dekatku dulu tau hal ini secara detail]. Ditambah udara saat itu di Semarang bener2 kering, hingga bibirku pecah2 dan kesehatanku drop.

Nah,, waktu kelas 3 itu aku pernah sakit, dan gak datang sekitar 2 minggu,, mungkin pernah 2 kejadian itu. Thanks buat teman2 dulu yg ngunungi aku, PABS, Sola Gratia yg udh nyanyi buat aku pas sakit dulu, jujur..aku terharu sekali mendengar lagu TBA (Terima Berkat Allah) waktu terbaring dulu di rumah sakit. Sampai2 suster pada blg, wah..si Martin itu banyak kali kawannya yg datang, sampai2 nyanyi di ruang inap.

Nah,,gara2 sering gak masuk ini aku bahkan pernah gak ikut ujian semester beberapa mata pelajaran..waktu kelas 2 dan kelas 3, pernah semua..Tapi untungnya mereka cukup care hingga kasih ujian susulan. Bahkan pas kelas 3 dulu..gurunya ada memberi beberapa soal yg sama dengan soal ujian resmi yg udah berlalu (yg aku gak ikut).

dulu lucunya, pas kelas 3 kawan2 sekelas membuat band MIB yg inspirasinya gara2 aku masuk lagi ke sekolah [MIB stands for "Martin Is BaCk]

Ayolah,, di sini jangan sering “absen” lagi..

thanks buat teman2 yg udah ingetin aku agar update isi blog ini..

« Older entries Newer entries »