Berdoa…

Suatu masa ada seorang pemuda yang mempunyai kebiasaan berjalan menelusuri pantai disetiap kali ia berjalan pulang.
Dan setiap kali dia melewati jalan itu, dia selalu melewati seorang tua yang sedang berdiri dipantai itu, dengan kedua lengannya terbuka lebar dan sedang berdoa syafaat.

Tergerak oleh kesetiaan dan semangat orang tua ini dalam berdoa, sang pemuda pun bertanya, “Pak, maukah Anda mengajariku cara berdoa seperti anda?”

Orang tua itu menarik pemuda dengan memegang bajunya, menyeret pemuda itu keair, dan mencelupkan kepalanya kedalam air.

Dia menahan kepala pemuda itu dalam air sampai dia mulai kehabisan nafas, lalu menarik kembali kepalanya dari dalam air.

Hal itu dilakukan berkali – kali.

Pemuda itu terengah – engah dan berusaha cepat memenuhi paru – parunya dengan udara, dan tepat pada saat orang tua itu kembali mendorong kembali kepalanya.

Setelah sekian kali orang tua itu melakukan hal yang sama itu, pemuda itupun mulai memberontak.

Dan akhirnya orang tua itu melepaskannya.

Karena kaget, pemuda itu berteriak marah, “Mengapa Anda melakukan ini? Yang kuminta hanyalah agar Anda mengajariku berdoa!”.

Orang tua itu menatap pemuda itu dan mengatakan, “Nak, sebelum engkau menginginkan Tuhan seperti halnya engkau sangat menginginkan udara untuk bernafas, maka aku tidak dapat mengajarimu berdoa.”

Kebutuhan kita yang utama adalah merindukan Tuhan, lebih dari segala sesuatu di dunia ini.

Dan hal inilah yang mendorong kita untuk dapat berdoa kepadaNya.

adapted from kawanankecil.org

About mhar_teens

I'm only an ordinary boy... still confused about my future,, I only know that God has a great plan for me View all posts by mhar_teens

2 responses to “Berdoa…

  • umie

    i would like to share with u something about”khauf”…

    Khauf bererti takut akan Allah s.w.t. , rasa gementar dan gerun akan kekuatan dan kebesaran Allah s.w.t. serta takutkan kemurkaanNya dengan mengerjakan segala perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya.
    Kuat dan lemah khauf ini bergantung kepada keyakinan seseorang pada Allah s.w.t. Dan selain khauf yang disebabkan takut pada hukuman sebagaimana di atas, ada pula khauf yang disebabkan oleh kerana takut akan kebesaran dan keagungan sesuatu. Jika manusia itu memahami begitu banyak maksiatnya yang akan dihadapkan pada ke-Maha Agungan Allah s.w.t , maka akan timbullah rasa takut. Maka orang yang paling tinggi khaufnya adalah yang paling mengetahui dirinya dan penciptanya, firman Allah s.w.t :

    “Sebenarnya yang menaruh bimbang dan takut (melanggar perintah) Allah dari kalangan hamba-hambaNya hanyalah orang-orang yang berilmu”
    -QS Faathir : 28-

    Khauf-nya shahabat ra.
    Abubakar ra sering berkata : Seandainya saya hanyalah buah pohon yang dimakan. Umar ra sering berkata : Seandainya aku tidak pernah diciptakan, seandainya ibuku tidak melahirkanku. Abu ‘Ubaidah ibnal Jarraah ra berkata : Seandainya aku seekor kambing yang disembelih keluargaku lalu mereka memakan habis dagingku. Berkata Imraan bin Hushain ra : Seandainya aku menjadi debu yang tertiup angin kencang.

  • mharteens

    thanks for the sharing,,but..I think you’ve misunderstood what I meant in this post..:)

    this story wants to tell us,,that prayer is as important as breath..
    GBUs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: