Sebelum Berpisah

Hari ini aku menghadiri kebaktian utk peringatan 1 tahun meninggalnya seorang ibu temanku di sini.

Mungkin ini yg pertama aku ikuti selama aku di Jepang ini. Iya kami makan, beribadah, bernyanyi, berdoa, sperti layaknya kebaktian biasa. Tapi waktu pembacaan firman dan kesaksian dari teman yg kehilangan itu aku mulai ikutan sedih. Iya, harusnya memang kita tidak boleh menangisi atau meratapi yg sudah berlalu. Namun karena yg lain terutama yg ibu2 menangis aku juga ikutan menangis. FYI, aku paling gak bisa lihat perempuan menangis, pasti bakal ikutan sedih atau menangis.

Di situ dia bercerita bagaimana hebatnya pengorbanan ibunya yg telah mengalami banyak sekali kesusahan mulai dari Jogja, Papua, dan hingga akhirnya balik ke Jogja lagi. Ya mungkin aku gak bakal ceritakan semuanya tentang dia, tapi dari kebaktian hari ini aku belajar bagaimana pengorbanan seorang ibu pada umumnya. Dan ya pasti setiap orang tua yg membesarkan kita memiliki pengorbanan dan kasih yg hampir sama.

Mungkin saat ini kita masih beranggapan kalo orang tua kita itu tidak gaul, selalu mengekang kita sehingga kita lebih baik jauh dari mereka, kuno atau apalah. Banyak dari antara kita (bahkan aku sendiri) yg berpikiran begitu, cuma di saat kita kehilangan barulah terasa semuanya itu adalah ungkapan kasih dari orang tua kita.

Pernahkah kita berpikir untuk membalas kasih mereka? membuat mereka bangga dan tidak menyesal telah capek2 membesarkan kita? jika belum, mari sama2 masukin itu ke ‘to do list’ yuk 

Mereka sebenernya gak akan minta kita bayar smua biaya yg telah mereka pakai utk membesarkan kita, kalo itu terjadi bersyukurlah karena kamu punya orang tua yg humoris (lho?)

Kita mungkin belum bisa bayar kasih dan pengorbanan mereka dengan ngajak mereka jalan2 atau makan2, tapi pernahkah kalian sadari bahwa sebenernya kita bisa mulai dari ungkapan/ekspresi/tindakan kecil atau apalah namanya sebagai wujud kita mengasihi mereka itu. Pernahkah kita bilang kita mencintai/menyayangi/mengasihi mereka?Pernahkah sekali-kali kita tidak memberontak thd mereka?

Mari balas kasih mereka sebelum kita kehilangan kesempatan utk itu

Sebenernya hari ini papaku ulang tahun, iya papaku yg agak kuno/gaptek, tidak bisa pakai komputer, kadang2 marah tanpa alasan yg jelas, dll. Tapi aku menyayanginya..

Selamat ulang tahun Papa!

anakmu ini sedang berjuang untuk membalas satu per satu kasihmu yg tidak mungkin terbalaskan semuanya..

*meneteskan air mata*

About mhar_teens

I'm only an ordinary boy... still confused about my future,, I only know that God has a great plan for me View all posts by mhar_teens

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: