Smile..!

Waah, today was a very tiring day..and there was a sad news from Indo 

but, I don’t know why I just kept smiling..and it did give me strength 

And…I’ve set a new blog theme!! 

Smile, because we’ll never know what a simple smile can do

Here are photos I put (and I wanted to put but no more space) on the new header, some b&w photos in my journey of life.

This slideshow requires JavaScript.


Sebelum Berpisah

Hari ini aku menghadiri kebaktian utk peringatan 1 tahun meninggalnya seorang ibu temanku di sini.

Mungkin ini yg pertama aku ikuti selama aku di Jepang ini. Iya kami makan, beribadah, bernyanyi, berdoa, sperti layaknya kebaktian biasa. Tapi waktu pembacaan firman dan kesaksian dari teman yg kehilangan itu aku mulai ikutan sedih. Iya, harusnya memang kita tidak boleh menangisi atau meratapi yg sudah berlalu. Namun karena yg lain terutama yg ibu2 menangis aku juga ikutan menangis. FYI, aku paling gak bisa lihat perempuan menangis, pasti bakal ikutan sedih atau menangis.

Di situ dia bercerita bagaimana hebatnya pengorbanan ibunya yg telah mengalami banyak sekali kesusahan mulai dari Jogja, Papua, dan hingga akhirnya balik ke Jogja lagi. Ya mungkin aku gak bakal ceritakan semuanya tentang dia, tapi dari kebaktian hari ini aku belajar bagaimana pengorbanan seorang ibu pada umumnya. Dan ya pasti setiap orang tua yg membesarkan kita memiliki pengorbanan dan kasih yg hampir sama.

Mungkin saat ini kita masih beranggapan kalo orang tua kita itu tidak gaul, selalu mengekang kita sehingga kita lebih baik jauh dari mereka, kuno atau apalah. Banyak dari antara kita (bahkan aku sendiri) yg berpikiran begitu, cuma di saat kita kehilangan barulah terasa semuanya itu adalah ungkapan kasih dari orang tua kita.

Pernahkah kita berpikir untuk membalas kasih mereka? membuat mereka bangga dan tidak menyesal telah capek2 membesarkan kita? jika belum, mari sama2 masukin itu ke ‘to do list’ yuk 

Mereka sebenernya gak akan minta kita bayar smua biaya yg telah mereka pakai utk membesarkan kita, kalo itu terjadi bersyukurlah karena kamu punya orang tua yg humoris (lho?)

Kita mungkin belum bisa bayar kasih dan pengorbanan mereka dengan ngajak mereka jalan2 atau makan2, tapi pernahkah kalian sadari bahwa sebenernya kita bisa mulai dari ungkapan/ekspresi/tindakan kecil atau apalah namanya sebagai wujud kita mengasihi mereka itu. Pernahkah kita bilang kita mencintai/menyayangi/mengasihi mereka?Pernahkah sekali-kali kita tidak memberontak thd mereka?

Mari balas kasih mereka sebelum kita kehilangan kesempatan utk itu

Sebenernya hari ini papaku ulang tahun, iya papaku yg agak kuno/gaptek, tidak bisa pakai komputer, kadang2 marah tanpa alasan yg jelas, dll. Tapi aku menyayanginya..

Selamat ulang tahun Papa!

anakmu ini sedang berjuang untuk membalas satu per satu kasihmu yg tidak mungkin terbalaskan semuanya..

*meneteskan air mata*


Chances and Choice

One day one of my friends who’s also a monbusho scholar like wrote a status:

I wonder what would become of me now if I had chosen to stay in FKUI…

Well, FKUI stands for Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Medical School of University of Indonesia), and it’s the most prestigious medical school in Indonesia. He and his girl used to study there before his choice to go to Japan. ‘Being in the most famous med school where his girl is also there, what else is better!?’ That was in my head too when I know more about him.

Back to the status, I think most people who read would say that he’s going to be cool with his doctor coat, being respected with “doc” greeting, working in a hospital for the rest of the study, and 1 more: not being in a long distance relationship with his girl or his family.

I didn’t reply one of them, I only replied:

You might wonder what you would be now if you chose to accept the monbusho scholarship..

Let’s see my life, I was in ITB (Institut Teknologi Bandung) before my choice to accept the scholarship. It’s actually the most prestigious engineering school in Indonesia. So, what if I chose to stay there instead of monbusho scholarship? I think I would be in the middle being graduated, have more friends in my campus compared to my univ now,  have no more lonely days, be able to go back to Medan (my hometown) more often, get more chance to get married soon (lho?), etc, etc, etc.. (do you know what etc stands for!?)

Those would be nice! really nice..

But what if I didn’t choose to go to Japan?I might not feel how 4 seasons are like, I might not be able to get a chance to learn/speak Japanese, I might not have my cameras,computers,ipod or other gadgets I have, I might not be able to feel how downloading with 15MB/s, and one last one (it’s actually the real reason why I tried to find scholarship outside my country): I might burden my parents to pay me for the school.

I learned that when someone is in the middle of many chances, after choosing one chance he/she actually has lost any other chances.

Please be careful in choosing one chances we’ve got, and if you feel like regretting what you’ve chosen trust me you’re just being prepared to what you’ve chosen.

dedicated to any people who might regret what they chose (study major, univ, girl/boy, or anything in life)


Aoba Matsuri

These some moments I took during the matsuri (matsuri means festival, in Japanese). It’s a yearly festival held in Sendai, the city where I’m struggling with my study now..

It was a nice moment when I can take so many smiles,poses,and great moments of strangers.

Sendai is genki! and we’re doing our best efforts to get the real Sendai back after the catastrophe 

This slideshow requires JavaScript.


Lupa?Melupakan?Dilupakan?

Hmm, mungkin ada dua hal mendasar yg akan membuat kita tetap sangat ingat akan sesuatu:

  1. kita suka akan hal itu,
  2. kita benci akan hal itu.
jangan jadikan kebencian alat utk melupakan atau dilupakan 

Strangers

One of the best short movies on YouTube I’ve ever seen

 

in which stage are you now?


[Tips] Jalan2? (my campus view inside)

Masih bersama saya sang blogger tak produktif, yg kali ini bakal cukup produktif (sesaat) 

Waah!tumben martin ngepost keroyokan..ada apa gerangan?

Sejak kemarin malam, hari ini, dan sampe besok itu (bakal) hujan..efek dari 台風2号/Typhoon no 2 makanya aku di rumah aja..

Well,tadi subuh cukup sedih karena MU kalah di final lawan Barca.. Yah kuakui emang Barca sangat brilian kmarin dengan pemain termahal di dunia (baca: Messi), congratz to Barca!

lho?

Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.